Risiko Permodalan

Kegagalan Usaha dan Kerugian Proyek Permodalan

Banyak yang beranggapan usaha di bagian pertanian memiliki risiko yang sangat banyak karena berhubungan dengan makhluk hidup, akan tetapi karena hal tersebut permodalan di bidang pertanian juga memiliki potensi keuntungan yang besar. Walaupun peminjam yang bekerjasama dengan CROWDE adalah peminjam yang telah diseleksi terlebih dahulu oleh CROWDE dan mitra CROWDE, tetapi tetap tidak dapat menghilangkan beberapa risiko yang dapat terjadi baik yang bisa diprediksi maupun yang tidak bisa diprediksi oleh karena itu, CROWDE ingin memberikan saran-saran untuk mengurangi risiko permodalan pada petani CROWDE.

  • Pelajari dengan lebih baik risiko kematian tanaman dan harga jual yang akan terjadi, serta sejarah kerjasama dengan petani tersebut untuk memilih kecocokan pemodal dengan petani.

  • Batasi jumlah dana yang kamu modali sampai sejumlah yang dapat kamu terima apabila dana tersebut hilang akibat kerugian. Apabila kamu tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan yang mendalam mengenai cara Permodalan pada komoditi yang ditanam oleh petani CROWDE, disarankan agar tidak menggunakan dana yang terlalu besar melainkan dana kecil terlebih dahulu untuk mengetes sistem pembayaran dan laporan dari petani tersebut.

  • Lakukan diversifikasi, jangan memusatkan semua dana Permodalan kamu pada satu komodi dan satu petani saja melainkan sebar Permodalan kamu kepada banyak komoditi dan banyak petani di daerah yang berbeda-beda juga untuk mengurangin risiko terkena wabah pada satu daerah tertentu dan penurunan harga jual yang drastis di wilayah tertentu. Contohnya kamu memiliki uang 1 juta rupiah untuk Permodalan, lebih baik ditanam 100 ribu rupiah pada 10 projek Permodalan dibandingkan 1 juta rupiah pada 1 projek Permodalan.

Beberapa faktor yang  menyebabkan petani tidak mencapai target yang diperkirakan

  • Cuaca daerah pertanian yang tidak dapat diperkirakan sehingga tumbul penyakit-penyakit atau jamur yang tidak seharusnya sehingga penggunaan obat-obatan tanaman lebih besar dari yang diperkirakan atau telatnya tanggapan untuk mencegah penyakit tersebut. Kurang cekatnya petani dalam menghadapi cuaca yang tidak dapat diduga merupakan faktor yang dapat diperkirakan.

  • Harga jual yang tidak sesuai dengan prediksi petani dan CROWDE, walaupun CROWDE selalu melakukan perhitungan dengan harga jual yang  tidak tinggi, tetapi penurunan harga jual seringkali tidak dapat terprediksi. Hal-hal yang mempengaruhi harga jual petani dari kebun adalah sebagai berikut :

    • Sesama petani di daerah yang sama maupun daerah yang berbeda mengalami panen raya sehingga supply komoditas tersebut sangat banyak menyebabkan harga turun.

    • Adanya subsidi pemerintah menggunakan barang import luar negeri dengan harga yang jauh di bawah standar pasar sehingga harga jual petani menjadi tidak stabil.

    • Penekanan harga beli oleh pengepul (distributor setempat) sehingga petani tidak dapat melakukan apa-apa karena tidak adanya tempat pemasaran lain selain pengepul tersebut.

  • Tanaman yang rentan penyakit sehingga walaupun dengan usaha terbaik dari petani pilihan CROWDE pun tidak dapat menanggulangi semua hal tersebut, tetapi jika petani dapat melewati semua hal itu dengan baik pada saat petani lain tidak, maka keuntungan yang diterima karena menanggung kemungkinan risiko tersebut juga besar.

Terjadinya kondisi memaksa (Force Majeur) dimana terjadi diluar kemampuan petani seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus, serangan hama belalang skala besar, kematian, longsor, huru-hara dan bencana lainnya yang tidak dapat dicegah oleh petani dan menyebabkan kerugian sebagian atau kerugian total untuk projek Permodalan sehingga projek Permodalan tidak dapat berjalan seperti yang diperkirakan. Tetapi jika terjadi hal tersebut petani CROWDE diwajibkan untuk melaporkan hal tersebut kepada CROWDE dalam waktu 1x24 jam setelah terjadinya kondisi memaksa (force majeur).




CROWDE
terdaftar dan diawasi oleh